.
Powered by Blogger.

Laman

Tips Menyapih Bayi yang Benar

Posted on
  • Wednesday, February 20, 2013
  • by
  • Bunda Safa
  • in

  • Menyapih  adalah suatu proses berhentinya masa menyusui secara berangsur-angsur atau sekaligus. Terkadang menyapih menjadi salah satu drama yang menyedihkan antara ibu dan bayinya. Keputusan menyapih sangat tergantung dari masing-masing individu, yaitu ibu atau bayi. Diperlukan pengetahuan, tujuan serta cara menyapih bayi yang baik dan bijaksana untuk memulai proses penyapihan. 
    Proses penyapihan tidak membuat hubungan emosional antara bayi dengan ibunya menjadi renggang. Anggapan beberapa ibu, dengan disapih membuat bayi kurang dicintai. Maka dari itu, kedekatan antara ibu dan bayi harus tetap dibangun walaupun dalam masa penyapihan. 
    Sebagai orangtua harus mengetahui dengan baik waktu yang tepat untuk menyapih bayi. Hal ini dilakukan supaya bayi Anda lebih siap dalam memasuki tahapan berikutnya, yakni tahap perkembangan tanpa mengalami perasaan cemas atau tidak siap. Setiap bayi memiliki waktu penyapihan yang berbeda-beda. 
    Menurut para ahli gizi dan dokter, penyapihan sebaiknya dilakukan ketika usianya sudah mencapai satu  tahun lebih. Usia tersebut adalah usia di mana bayi dapat mengatasi alergi yang muncul dari beberapa makanan dan dengan makanan pengganti bayi sudah dapat tumbuh. Berikut beberapa cara untuk menyapih bayi yang dapat Anda lakukan dengan mudah:
    banner vsi1 photo bannervsi3_zpsbc69c41f.jpg
    Sapih bayi dalam keadaan sehat
    Hindari saat bayi sedang sakit, marah atau sedih karena akan membuat dirinya semakin tertekan dan tidak bahagia. 
    Komunikasikan keinginan menyapih dengan pasangan
    Penyapihan dapat berjalan lancar bila mendapat dukungan penuh dari suami. Beri pengertian dengan lembut kepada bayi Anda ketika ingin menyapihnya walaupun kemampuan komunikasinya belum berkembang baik.
    Coba tawarkan makanan pendamping ASI
    Cobalah tawarkan makanan yang menjadi pendamping ASI dan berikan dalam porsi kecil. Tahap ini memberikan kesempatan pada bayi untuk mencoba rasa tekstur dari makanan baru dan memperoleh sebagian nutrisi yang ada pada makanan tersebut.
    Membatasi waktu pemberian ASI
    Kurangi frekuensi pemberian ASI tapi jangan sampai membuat bayi kaget. Misalnya, bayi disapih waktu malam saja atau waktu siang saja. Jangan menawarkan ASI atau memberikan ASI sebagai jurus ampuh saat bayi rewel atau menangis. Lama kelamaan intensitas menyusui akan semakin berkurang sampai akhirnya bayi benar-benar terbiasa untuk tidak mengkonsumsi ASI lagi.
    Lakukan aktivitas menyenangkan antara ibu dan bayi
    Hal ini bertujuan agar bayi tahu bahwa tak mendapat ASI bukan berarti ibu tak mencintainya. 
    Jangan gunakan alat yang bisa menciptakan ketergantungan baru dan akibat buruk pada bayi
    Hindari penggunaan dot atau empeng terlalu lama. Tujuannya agar secara perlahan-lahan bayi tidak bergantung lagi pada puting susu ibunya. Sebaiknya setelah bayi disapih, biasakan untuk meminum dari gelas, ini dapat menumbuhkan kemandiriannya. 
    Tetap tunjukkan afeksi terhadap bayi
    Tetap beri sentuhan pada bayi Anda, seperti mengusap-usap rambutnya atau memeluknya. Namun cara memeluknya jangan seperti sedang memberikan ASI, melainkan peluklah dalam posisi lain. 
       Jika ibu menyapih bayi tepat pada waktunya dan dilakukan dengan cara yang benar, hal ini dapat memberikan keuntungan dalam perkembangan psikologis ataupun fisiknya. Seperti, mempertajam daya ingat mengenai aneka ragam rasa dan tekstur makanan, lebih percaya diri, mudah beradaptasi dan berinteraksi dengan lingkungannya, disiplin serta mandiri. 
    sumber : melindahospital.com

    0 comments:

    Post a Comment