.
Powered by Blogger.

Laman

PROMO DAHSYAT MIZAN BLN MARET 2013

Assalamualaikum wr.wb

Ayah Bundaaa kabar gembira di pengawal bulan maret ini, Mizan kembali mengeluarkan Promo Super Hemat dan Dahsyat untuk Paket Buku2 anak Berkualitas Menarik di bawah ini , cekidot yaa :















1. Promo Dahsyat Paket Full Set Produk Nabiku Idolaku, Harga normal Rp. 5.937.500 Diskon jadi hanyaaa Rp. 3.450.000... wowww hematnya sampe 2,5 jtaan..mantaabs

2. Promo Dahsyat untuk Paket Double Set Produk Hallo Balita + I Love My Alquran dari harga normal Rp. 5.350.000 Diskon jd Rp. 3.560.000, wow hemat sampe 1,8jtan.. ^_^

3. Promo Dahsyat untuk Paket Tripel Set Produk Hallo Balita + ILMA + Nabiku Idolaku dari harga normal Rp. 11.287.500 diskon jd hanyaaa Rp. 7.010.000 ( hemat sampe 4,2jtan )



Ayooo tunggu apa lagi mumpung lg terjun bebas nih harganya.. oya untuk wilayah bandung, jabodetabek, surabaya, yogya pembayaran bisa via COD dan gratis ongkos kirim ya..

Promo Berlaku s/d 29 Maret 2013
Untuk info dan Pemesanan/ Reseller bisa menghubungi :

hp : 081322263085
email : rini.aldo@gmail.com


wassalam

Bunda Safa
Read More...

Pengenalan Makanan Pendamping ASI Pada Balita

Makanan bayi yang paling utama adalah ASI. Semua gizi dan nutrisi yang dibutuhkan oleh bayi telah terkandung di dalamnya, khususnya bagi bayi dengan usia di bawah 6 bulan. Kandungan yang kaya akan nutrisi dan gizi ini tidak dapat tergantikan oleh susu forumula, meskipun harganya paling mahal sekalipun. Itulah anugerah yang diberikan oleh Tuhan kepada kita. Pemberian ASI eklsusive diberikan kepada bayi hingga bayi mencapai usia 6 bulan, artinya selama 6 bulan bayi tidak perlu memerlukan tambahan pendamping untuk memenuhi kebutuhan nutrisinya.

Menginjak usia 6 bulan, bayi mulai diperkenalkan pada makanan yang dinamakan makanan pendamping ASI atau disingkat MPASI. Inilah makanan bayi kedua yang menyertai pemberian  ASI. Mengenai menu makanan yang baik untuk dijadikan sebagai makanan pendamping, silahkan baca artikel kami: "Makanan Pendamping Pertama bayi"

Disini kami akan bahas mengenai cara pengenalan yang baik pemberian makanan pendamping ASI kepada bayi mengingat, organ pencernaan bayi yang belum sempurna seperti orang dewasa, sehingga jika salah memberikan pengenalan makanan bayi ini dapat menimbulkan gangguan pencernaan pada bayi seperti terjadinya sembelit atau malah terjadinya perut kembung.

Memberikan makanan pendamping ASI sebaiknya diberikan secara bertahap, baik dilihat dari jenis makanannya, tekstur dan jumlah porsinya. Kekentalan makanan bayi dan jumlah harus disesuaikan dengan kesiapan bayi dalam menerima makanan. Dari sisi tekstur makanan, awalnya bayi harus diberi makanan semi padat, sedangkan makanan padat diberikan ketika bayi sudah mulai tumbuh giginya. Porsi makanan juga berangsur muladi dari satu sendok hinga berangsur-angsur bertambah sesuai porsi bayi.

Sebaiknya pengenalan makanan bayi dimulai dari satu jenis makanan, misalnya pisang, alpukat dan pepaya. Kemudian setelah diberi makanan bayi tersebut, perhatikan respond dari bayi itu sendiri, apakah bayi menerima makanan yang diberikan atau tidak. Jika bayi menolak, biasanya dengan cara memuntahkan makanan, jangan dipaksakan, berikan makanan bayi pendamping lainnya. Biasanya bayi lebih menyukai makanan yang rasanya manis, oleh karena itu berikan makanan bayi seperti buah-buahan pada ujung lidah dan sayuran pada bagian tengah. Utamakan pemberian sayuran dibanding buah-buahan, karena citarasa sayuran cenderung langu dan kurang dinikmati bayi. Jikalau terus menerus bayi dikenalkan pada rasa manis, ditakutkan bayi tidak akan menyukai sayuran.

Pada usia 6-9 bulan tekstur makanan sebaiknya makanan cair dan lembut seperti bubur buah, bubur susu atau bubur sayuran yang dihaluskan. Menginjak usia 10-12 bulan, bayi mulai beralih ke makanan kental dan padat, namun tetap harus bertekstur lunak, seperti aneka nasi tim. Usia 12-24 bulan bayi sudah mulai dikenalkan pada makanan keluarga atau makanan padat namun tetap mempertahankan rasa. Hindari makanan-makanan yang dapat mengganggu organ pencernaan, seperti makanan terlalu berbumbu tajam, pedas, terlalu asam dan berlemak. Pada masi ini kenalkan finger snack atau makanan yang bisa dipegang seperti cookies, nugget, atau potongan sayuran rebus atau buah. Ini penting untuk melatih keterampilan dalam memegang makanan dan merangsang pertumbuhan giginya.

Read More...

Tips Menyajikan Makanan Balita

Berikut ini ada beberapa tips menyajikan makanan balita untuk Anda, semoga bermanfaat.
Apakah balita Anda menguji kesabaran Anda ketika waktu makan?
Menolak makanan, makan makanan balita yang sama hari demi hari dan malah bermain ketika anda menyuruh untuk segera menyelesaikan makan? Ini semua adalah bagian dari perkembangan balita normal.
Beberapa waktu setelah ulang tahun pertama, pertumbuhan balita Anda melambat sehingga dia perlu lebih sedikit makanan. Nafsu makan dan jumlah makanan yang dimakan akan bervariasi dari makan untuk makan dan dari hari ke hari. Balita menjadi lebih tertarik pada hal-hal di sekitar mereka dan kurang tertarik untuk makan.

Berapa banyak makanan yang dibutuhkan seorang batita?
Anda akan terkejut betapa sedikit makanan yang balita perlu makan. Umumnya, balita berusia 1 sampai 2 tahun bisa makan hanya sekitar 1/4 sampai 1/2 dari bagian dewasa.  Lebih baik untuk menawarkan makanan balita porsi kecil dan biarkan anak Anda meminta lebih. Ingat nafsu makan yang dapat bervariasi secara signifikan.

Anda bertanggung jawab untuk apa yang anak Anda ditawarkan untuk makan, di mana dan kapan disajikan. Anak Anda bertanggung jawab untuk berapa banyak yang dimakan dan apakah atau tidak dimakan sama sekali.

Seberapa sering balita perlu makan?
Balita memiliki perut kecil dan mungkin tidak bisa makan banyak pada satu waktu. Mereka biasanya perlu 2-3 snack pada siang hari, bersama dengan makanan mereka. Menawarkan berbagai camilan sehat sekitar pertengahan jalan di antara waktu makan. Makanan ringan ketika anak Anda lapar atau haus, tidak untuk hiburan. Meskipun susu dan jus adalah pilihan camilan yang baik, jangan terlalu berlebihan. Makanan-makanan ini secara alami manis dan tidak boleh disajikan terlalu sering sepanjang hari. Jika balita Anda minum terlalu banyak, mereka mungkin tidak ingin makan makanan padat. Minuman lain seperti kristal buah, pop, kopi atau teh tidak memiliki nilai gizi dan tidak harus diberikan kepada balita.

Bagaimana Anda bisa menyapih balita Anda dari botol ke cangkir?
Memperkenalkan cangkir harus dilakukan perlahan. Mulailah dengan memberikan air atau jus dalam cangkir. Cobalah melayani susu dalam cangkir di satu kali makan. Perlahan-lahan menggantikan botol dengan cangkir setiap kali makan. Jika ini tidak bekerja, encerkan susu Anda masukkan ke dalam botol dengan air, sehingga anak Anda akan lebih memilih susu dalam cangkir. Seorang balitapasti mampu menggunakan cangkir, walaupun mungkin ada tumpahan. Jangan berharap terlalu banyak pada awalnya.
Apa yang dapat Anda lakukan jika anak Anda menolak untuk makan makanan balita tertentu?

Menghargai keinginan anak Anda, bahkan jika tidak ada yang dimakan. Anak-anak akhirnya akan makan, mereka tidak akan membiarkan diri kelaparan. Ganti makanan balita anda setelah jangka waktu yang wajar. Berhati-hatilah untuk tidak menunjukkan kekecewaan Anda. Makanan balita yang di tolak  saat ini mungkin bisa dimakan minggu depan. Ini bisa memakan waktu hingga 10 kali mencoba untuk anak Anda untuk benar-benar menerima makanan balita yang Anda berikan.
Bagaimana Anda bisa mendapatkan anak Anda untuk mencoba makanan balita baru?

Perkenalkan hanya satu jenis makanan balita baru pada suatu waktu. Sajikan dengan makanan balita lain yang anak Anda suka dan pada saat anak Anda lapar dan dalam semangat yang bagus. Biarkan anak Anda memeriksa makanan dengan mencium dan menyentuhnya. Mendorong satu gigitan tapi jangan memaksa masalah jika anak Anda tidak akan mencobanya lagi. Jangan berkecil hati jika anak Anda menolak itu coba lagi makanan balita yang baru itu di lain waktu.

Apa yang harus Anda lakukan jika anak Anda hanya suka pada satu jenis makanan balita  saja?
Hak itu adalah bagian normal dari perkembangan balita dan tidak akan berlangsung lama – selama Anda tidak membuat masalah bagi balita Anda.

Tips makanan balita dan bagaimana cara menyajikannya:

•  Sajikan porsi balita-. Biarkan anak Anda meminta lebih.
•  Memperkenalkan makanan balita baru bersama dengan makanan favoritnya.
•  Mencoba makanan balita Anda terpisah dengan lauk. Anak-anak menyukai makanan diolah sederhana.
•  Menyajikan berbagai makanan balita dari empat jenis  makanan. Biarkan anak Anda memilih dari apa yang tersedia.
•  Menyajikan makanan balita dengan cara anak Anda, dalam potongan-potongan kecil misalnya.
• Mendorong satu gigitan selera tapi jangan berlebihan membujuk. Anda tidak dapat memaksa anak untuk makan apa pun.
• Jauhkan televisi selama waktu makan.
• Mintalah anak Anda duduk dengan seluruh keluarga, setidaknya ketika baru makan.
• Jangan terburu-buru ketika memberi makan balita Anda.
• Memberi peraturan ketika makan. Misalnya, makanan harus dimakan di meja.
• Kursi anak Anda pada ketinggian yang nyaman untuk balita.
• Makan dengan balita Anda. Anak-anak belajar bagaimana orang dewasa makan.
Semoga bermanfaat


Read More...

Cara Meningkatkan Nafsu Makan Balita

Pada umumnya, balita memiliki kebiasaan susah makan. Sehingga hal ini kerap membuat para ibu jengkel hingga marah.


Namun, sesungguhnya sebagai ibu, Anda tidak perlu marah dalam menghadapi keadaan ini. Jika Anda marah saat anak tidak mau makan, maka hal tersebut hanya membuat anak semakin keras kepala.

Oleh karena itu, Anda perlu menerapkan beberapa langkah meningkatkan nafsu makan anak :

1. Balita belum memiliki nafsu makan yang kuat. Oleh karena itu, mereka enggan makan sebanyak tiga kali dalam sehari. Agar balita tetap memperoleh asupan gizi yang cukup, Anda perlu mengatur jadwal makannya.

2. Anda perlu mengontrol asupan cairan pada balita. Jika Anda memberikan susu kepada balita secara berlebihan, maka tidak ada ruang bagi makanan di dalam perutnya. Oleh karena itu, Anda perlu membatasi asupan cairan pada balita.

3. Jangan terus-menerus memberi jenis makanan yang sama pada balita. Mengubah menu makan setiap hari dapat meningkatkan nafsu makan balita.

4. Agar aktivitas makan jadi kebiasaan bagi balita, Anda perlu memberinya makan dengan porsi kecil namun mengandung gizi tinggi.

5. Salah satu faktor penyebab nafsu makan balita berkurang adalah mainan. Mungkin, si kecil sedang sibuk dengan mainan baru sehingga dia tidak mau makan. Oleh karena itu, Anda perlu mengalihkan perhatian si kecil atau mencuri waktu untuk sekadar menyuapinya sedikit demi sedikit.

6. Anda perlu menyajikan makanan secara unik dan menghiasnya agar balita tertarik untuk makan.
Read More...

Multivitamin untuk Balita

Seperti kebanyakan orangtua, Anda mungkin khawatir bahwa anak-anak tidak mendapatkan cukup gizi dari makanan, terutama jika Anda termasuk picky eater. Bagaimana dengan memberi tambahan multivitamin atau sejenis suplemen kepada balita? 
Beberapa orang tua memberikan multivitamin kepada balita secara rutin setiap pagi, sebagai sarapan. Namun, yang menjadi pertanyaan, baikkah memberikan banyak multivitamin kepada balita? Sejauh ini, belum ada hasil penelitian yang menyatakan bahwa konsumsi multivitamin pada balita dapat menyebabkan dampak negatif untuk kesehatan. Lembaga penelitian Naysayers, menyatakan bahwa anak-anak termasuk balita tidak memerlukan banyak vitamin dan mineral. Namun di sisi lain, ada yang beranggapan, pemberian multivitamin kepada anak bisa berfungsi sebagai ‘asuransi kesehatan’ yang dapat memenuhi jika terjadi kekurangan gizi. Berikut panduan untuk Anda, saat memilih multivitamin yang tepat bagi balita.
  • Jika balita tidak makan dengan sempurna, bisa tambahkan multivitamin.
  • Jika Anda memutuskan untuk memberikan balita multivitamin (dan dokter anak Anda setuju), pilih vitamin yang diformulasikan secara khusus untuk anak-anak. Dan pastikan menyediakan 100% (tidak lebih) RDA untuk kandungan semua vitamin dan mineral yang terdaftar.
  • Ikuti dosis yang tercantum pada label.
  • Simpan multivitamin jauh dari jangkauan anak-anak, karena ada rasanya yang manis seperti permen. Anak-anak bisa mengkonsumsinya dalam jumlah banyak dan bisa overdosis.
  • Untuk pemberian suplemen kalsium , cari yang mengandung vitamin D yang akan membantu penyerapan kalsium, dengan takaran sebagai berikut :
 Usia 1-3 tahun : 500 mg/hari
 Usia 4-8 tahun : 800 mg/hari
 Usia 9-18 tahun : 1300 mg/hari
  • Untuk pemberian kepada balita, Anda bisa campurkan ke dalam makanan balita, seperti yoghurt atau puding vanilli.
  • Untuk suplemen serat, berikan sesuai dengan kebutuhan anak, dengan rumus: umur + 5 gram. Misalnya, balita usia 5 tahun, berarti membutuhkan sekitar 10 g serat/hari.
  • Pastikan untuk berkonsultasi dengan dokter anak Anda, sebelum memutuskan memberikan multivitamin atau suplemen secara rutin kepada anak. 



sumber : ayahbunda.co.id

         
Read More...

Agar Balita Tak Sering Sakit

Lima tahun pertama adalah masa emas kehidupan anak. Namun, selama masa emas itu sistem kekebalan tubuhnya belum berkembang sempurna sehingga rentan terhadap serangan berbagai penyakit. Ada hal-hal mendasar yang perlu dilakukan orangtua agar anak tidak sering sakit.
  • Menyiapkan pencernaan sehat sejak dini. Saluran pencernaan sehat adalah awal tubuh yang kuat. Sebab, sekitar 80% sel yang memperoduksi antibody berasa di saluran pencernaan. Zat antibody ini berfungsi sebagai ‘pasukan tentara’ yang akan ‘berperang’ melawan kuman penyakit yang akan masuk ke dalam tubuh balita. sehingg adalah penting untuk memelihara kesehatan saluran cerna. Saluran pencernaan yang sehat juga akan menguraikan dan menyerap berbagai zat gizi yang dibutuhkan tubuh secara optimal untuk menjalankan proses tumbuh kembang. Menyiapkan saluran pencernaan yang sehat diawali dengan pemberian ASI eksklusif sejak anak lahir hingga usia 6 bulan, dan tetap diberi ASI hingga usianya 2 tahun.
  • Memenuhi semua jenis imunisasi wajib dan anjuran sesua usia dan jadwal.
  • Menerapkan pola makan sehat dan bergizi seimbang. Perbanyak menyajikan menu dari sayuran dan buah-buahan agar kebutuhan vitamin dan mineral terpenuhi dengan baik, guna memperkuat sistem kekebalan tubuh. Hindari pemberian makanan berpengawet (misalnya: sosis, kornet bakso, mie instant), makanan atau minuman terlalu manis (cokelat, permen), makanan berzat pewarna dan banyak mengandung vetsin (MSG).
  • Terapkan pola hidup sehat, pastikan anak beraktivitas, berolahraga dan beristirahat cukup setiap hari. 
sumber : ayahbunda.co.id
Read More...

Balita Sering Sakit

Sakit adalah hal wajar bagi balita karena sistem kekebalan tubuhnya belum berkembang sempurna sehingga rentan serangan berbagai kuman.

Jika dalam satu tahun balita sakit 8 kali, itu masih normal, dengan catatan:
  • Jarak waktu jatuh sakit tidak terlalu dekat, sekitar 2 bulan.
  • Durasi sakit tidak terlalu lama, misalnya, 3 hari hingga satu minggu.
  • Jenis penyakitnya ringan, cukup diatasi dengan mengubah diet (menambah asupan zat gizi tertentu, mengurangi makanan tertentu atau mengubah tekstur makanan), menambah waktu istirahat, banyak minum air dan bila perlu berobat ke dokter, cukup berobat jalan, tidak sampai dirawat di rumah sakit.
Bila dalam sebulan balita terserang flu dua kali, terkena diare lebih dari seminggu atau batuk lebih dari 2 minggu, itu termasuk sering dan harus segera dicari penyebabnya. Sebab, bila tidak segera diatasi, dia bisa mengalami gangguan asupan nutrisi, yaitu, zat-zat gizi yang dibutuhkan tidak terpenuhi dengan baik karena selagi sakit umumnya anak enggan makan. Atau, penyerapan zat-zat gizi terganggu, misalnya, karena ia terserang diare atau muntah-muntah. Akibat lain adalah, kenaikan berat badan anak jadi kurang atau rendah, pertumbuhan dan perkembangannya pun terhambat.




sumber : ayahbunda.co.id
Read More...